Manusia Membutuhkan Juruselamat

Renungan Air Hidup Sabtu, 18 Mei 2024: Keadaan Manusia yang Dirusak oleh Dosa

Manusia Membutuhkan Juruselamat Sejak peristiwa kejatuhan manusia pertama, Adam, ke dalam dosa, keberadaan dosa telah merajalela di hati setiap manusia. Kitab Roma 5:12 dengan jelas menyatakan bahwa dosa yang masuk ke dalam dunia melalui satu orang telah membawa maut kepada semua orang. Dosa telah menyebabkan berbagai bentuk penderitaan, penyakit, kesusahan, dan kematian yang menghinggapi manusia dari awal hingga akhir zaman.

Keadaan manusia yang tercemar oleh dosa sudah terlihat sejak lahir, sebagaimana dinyatakan oleh Daud dalam Mazmur 51:7, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Dosa tidak hanya mencemarkan kehidupan manusia, tetapi juga menyebabkan mereka kehilangan kemuliaan Tuhan. Kitab Roma 3:23 menyatakan, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

Akibat dosa, manusia cenderung melakukan perbuatan jahat dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan mereka. Hal ini disadari oleh Rasul Paulus dalam Roma 7:15 ketika ia mengakui bahwa ia melakukan apa yang ia benci. Dosa terus bertambah dan semakin merajalela dalam kehidupan manusia, yang dapat dilihat dari peningkatan kriminalitas dan tindakan amoral di zaman sekarang.

Manusia dengan kekuatannya sendiri tidak mungkin dapat melepaskan diri dari kuasa dosa. Keadaan ini menggambarkan kebutuhan mendesak manusia akan seorang Juruselamat yang dapat membebaskan mereka dari belenggu dosa. Tanpa pertolongan dari luar, manusia akan terus terperangkap dalam siklus dosa yang merusak hidup mereka. Oleh karena itu, kebutuhan akan Juruselamat adalah kenyataan yang tidak dapat diabaikan.

Yesus Kristus sebagai Juruselamat | Manusia Membutuhkan Juruselamat

Manusia membutuhkan seorang Juruselamat yang suci dan bebas dari dosa, yang lebih berkuasa dari manusia dan iblis. Dalam hal ini, Yesus Kristus adalah satu-satunya yang memenuhi kriteria tersebut. Sebagai Anak Manusia yang tidak mengenal dosa, Yesus dibuat menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah, sebagaimana dinyatakan dalam 2 Korintus 5:21. Keberadaan Yesus Kristus sebagai Juruselamat adalah inti dari iman Kristen, karena hanya melalui pengorbanan-Nya kita dapat memperoleh pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Meski demikian, kenyataannya tidak semua orang mau percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Banyak orang menolak dan bahkan membenci Dia, serta tidak menganggap penting berita Injil. Ketidakpercayaan ini sering kali disebabkan oleh berbagai faktor, seperti ketidakmengertian, kebanggaan diri, atau pengaruh lingkungan yang menentang ajaran Kristiani. Namun, Yesus sendiri telah menegaskan dalam Yohanes 14:6a bahwa Dia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Pernyataan ini menegaskan bahwa hanya melalui Yesus seseorang dapat mencapai keselamatan sejati.

Firman Tuhan yang kita aminkan akan menjadi nyata dalam perkataan dan perbuatan kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh meremehkan firman Tuhan dan harus selalu mengandalkan Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita untuk membebaskan kita dari dosa. Menghidupi firman Tuhan berarti kita menunjukkan iman kita melalui tindakan nyata yang mencerminkan kasih dan pengorbanan Yesus. Ini adalah panggilan bagi setiap orang percaya untuk hidup dalam kebenaran dan memperlihatkan kepada dunia bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya sumber keselamatan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

.